Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon

Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon
Kalam Kudus Christian School (A/C Panitia Pembangunan Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon: BCA 0440612318 a/n Pieter Soeltanong)

Friday, June 29, 2012

"Sekolah Ini Didirikan dengan Iman"


Pembangunan SKKK Ambon 2 (daerah Karang Panjang) dimana telah dipersiapkan 6 ruangan (lt. 1 dan 2) yang akan digunakan oleh jenjang SMA pada tahun pelajaran 2012/2013.
Doa Bersama di salah satu ruang kelas SKKK Ambon 2

Pdt. Hendrik Tjam Salawane
"Sebuah sekolah adalah sebuah tempat yang begitu penting dimana banyak orang dibina dan dididik untuk menjadi cerdas dan mampu menjadi seorang pemimpin,"  inilah salah satu kalimat yang diucapkan oleh Pdt. Hendrik Tjam Salawane saat memimpin Doa Bersama bagi Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon 2 yang terletak di kawasan Karang Panjang, Ambon.


Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon telah berdiri selama 41 tahun dan melahirkan banyak lulusan yang memiliki kehidupan yang baik.  Dimulai dari sebuah kerinduan dari Pdt. Andreas Lewi untuk memberitakan injil kepada generasi muda serta membina jiwa - jiwa baru dan dengan mengalami banyaknya liku - liku saat mulai dirintis hingga saat ini, namun kasih setia Tuhan tidak pernah meninggalkan sekolah ini.  

Ev. Helena Tjam
Hari ini, 30 Juni 2012, majelis jemaat Gereja Kristen Kalam Kudus Ambon beserta dengan guru dan karyawan Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon berdoa bersama dipimpin oleh Pdt. Hendrik Tjam Salawane untuk mensyukuri anugerah Tuhan secara khusus untuk lokasi baru yang Tuhan telah percayakan bagi Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon.  Saat menyampaikan sambutannya,
Ev. Helena Tjam (istri dari Pdt. Hendrik Tjam Salawane yang pernah menjabat sebagai Koordinator Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon) mengatakan bahwa Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon tidak pernah berharap kepada manusia bahkan dengan tegas Beliau berkata, "Sekolah ini didirikan dengan iman."
Doa Bersama dihadiri oleh para Hamba Tuhan, Majelis Jemaat Gereja Kristen Kalam Kudus Ambon,  guru serta karyawan Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon






Doa bersama tersebut dilaksanakan di salah satu ruang kelas yang telah mulai dirapikan.  Doa bersama dilaksanakan secara sederhana tanpa mengurangi kekhidmatannya.  Kiranya renungan yang dibawakan oleh Pdt. Tjam dan kesaksian yang diberikan oleh Ev Helena Tjam membangkitkan semangat pelayanan para guru dan karyawan Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon.

Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon dibangun dengan iman, tetap bertahan di tengah tantangan dengan iman dan akan tetap maju menjawab tantangan zaman dengan iman.  Sola fide.

Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. 
Soli Deo gloria.

Wednesday, June 13, 2012

3 Siswa SMP Mengikuti Olimpiade Sains Nasional

Olimpiade Sains Nasional adalah salah program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.  Sesudah melewati selekasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP Tingkat Provinsi tahun 2012, maka diputuskan bahwa ada 4 orang wakil dari Maluku untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional di Pontianak yang akan diadakan pada tanggal 28 Juni - 4 Juli 2012.  Tiga dari empat siswa yang mewakili Maluku tersebut adalah siswa - siswi SMP Kristen Kalam Kudus Ambon.  

Adapun tiga orang siswa - siswi SMP Kristen Kalam Kudus  Ambon yang akan mewakili Maluku dalam ajang Olimpiade Sains Nasional Tahun 2012 di Pontianak, adalah:
1. Gilbert Jonatan (Matematika)
2. Gilbert Christopher Thienus (Biologi)
3. Priska A. Kalew (Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu)

Kiranya Tuhan memberkati!

Tuesday, June 12, 2012

Penjualan Buku Pelajaran Tahun Pelajaran 2012/2013


Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon telah membuka penjualan buku - buku pelajaran untuk tahun pelajaran 2012/2013, dengan jadwal sebagai berikut:

Periode I:
Hari Senin - Sabtu
Tanggal 11 - 29 Juni 2012
Pkl. 09.00 - 13.00 WIT
Tempat penjualan buku di depan Ruang Komputer SKKKA

 

Periode II:
Hari Senin - Sabtu
Tanggal 2 - 7 Juli 2012
Tanggal 12 - 13 Juli 2012
Pkl. 09.00 - 13.00 WIT
Tempat penjualan buku di depan Ruang Komputer SKKKA


 


Periode III:
Hari Kamis - Sabtu
Tanggal  19 - 31 Juli 2012
Pkl. 08.00 - 15.00 WIT
Tempat penjualan buku di Kantin SKKKA





Para siswa dan orang tua siswa Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon dapat memperoleh buku - buku pelajaran sebelum kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru dimulai sehingga dapat mempersiapkan diri lebih awal.  Informasi lebih lanjut dapat menghubungi TU Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon di no telp. 0911 - 312490 pada jam kerja yang tertera di bawah ini.

Jadwal buka TU Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon:
Tanggal 11 Juni  - 7 Juli 2012  : pkl. 08.00 - 14.00 WIT
Tanggal 9 - 11 Juli 2012          : TUTUP
Tanggal 12 - 14 Juli 2012        : pkl. 08.00 - 14.00 WIT





Friday, June 8, 2012

Sehari Menjelang MTQ Nasional XXIV di Ambon: Parade Keragaman Budaya Bangsa

Mobil Hias dari Provinsi Gorontalo
Mobil Hias dari Lampung
Mobil Hias dari Keuskupan
Hari Kamis, 7 Juni 2012.... Ambon macet sekali.  Rupanya ada kegiatan parade menjelang pembukaan MTQ Nasional XXIV.  Tidak sia - sia kehujanan dan berdesak - desakan dalam antrian, karena akhirnya berkesempatan untuk melihat kreativitas masyarakat Maluku maupun para kafilah yang berdatangan ke Ambon dalam membuat mobil - mobil hias yang mencerminkan kekhasan budaya masing - masing daerah.  Sekalipun di tengah guyuran hujan yang setia mengguyur bumi Ambon sepanjang hari, namun para penonton yang berdiri memadati pinggiran jalan seolah acuh saja.  Kehadiran para pendatang yang menampilkan beragam bentuk mobil hias seolah membius para penonton untuk tetap berdiri di tepi jalan.  Para polisi dan TNI - AD tidak henti - hentinya berusaha mengatur lalu lintas yang memang cukup pada pada hari itu sehingga seluruh mobil hias dapat melintasi jalur - jalur yang telah ditentukan.  

Lokasi Pembukaan MTQ Nasional XXIV

Tuesday, June 5, 2012

Siswi SMA Kristen Kalam Kudus Ambon Pemenang Lomba Biologi Tingkat Kota Ambon

Selama beberapa tahun ini SMP dan SMA Kristen Kalam Kudus Ambon telah bekerja sama dengan Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI) yang berpusat di Jakarta dalam rangka pembinaan siswa SMP dan SMA Kristen Kalam Kudus Ambon di bidang Sains dan Matematika.   Tahun ini Virlen Paul, siswi kelas X SMA Kristen Kalam Kudus Ambon berhasil menduduki peringkat atas pemenang Olimpiade Biologi yang diselenggarakan oleh LOPI tingkat Kota Ambon.  

Pada hari ini, 5 Juni 2012, Virlen Paul kembali diuji kemampuannya di bidang Biologi untuk bertanding di tingkat Propinsi Maluku.  

Ayo! Semangat Virlen!  God be with you... do your best Virlen!

Go...

Sunday, June 3, 2012

Siswa SMA Kristen Kalam Kudus Ambon Meraih Predikat A

Saluttt!!! Kepada siswa - siswi kelas XII SMA Kristen Kalam Kudus Ambon, yang terus berupaya dengan sungguh - sungguh dan dengan dukungan doa yang tak putus - putusnya, akhirnya seluruh siswa SMA Kristen Kalam Kudus Ambon berhasil meraih kelulusan 100% dengan predikat A.  Selamat kepada Andy Gaspersz, siswa kelas XII IPS yang berhasil menjadi lulusan IPS terbaik di SMA Kristen Kalam Kudus Ambon.  Kiranya Tuhan memberkati masa depan seluruh siswa. 

 Jangan lupa bagi para alumni Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon diharapkan untuk terus menjalin relasi dengan almamater, melalui terlibat dalam jaringan.Alumni Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon

Ralat Berita tentang 2 Siswa SMP Meraih nilai "10" untuk Matematika

Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) merupakan peristiwa yang sangat dinantikan dengan hati berdebar - debar, khususnya bagi siswa kelas Ujian.  Demikian juga secara khusus bagi siswa kelas 9 SMP Kristen Kalam Kudus Ambon.  Pengumuman hasil UN telah dibagikan kepada sekolah masing - masing pada hari Jumat, 1 Juni 2012.  Namun, atas keputusan pemerintah propinsi Maluku, maka hasil Un tersebut tidak diperkenankan diumumkan di sekolah, melainkan harus dikirimkan ke rumah masing - masing siswa via post.  Maka, sore itu, Kepala Sekolah membawa hasil UN tersebut ke Kantor Pos untuk dikirimkan ke masing - masing alamat siswa.  Dengan demikian maka siswa akhirnya dapat menerima hasil UN di rumah mereka masing - masing dengan didampingi oleh orang tua.  

Stephen Lewi
Hal yang menarik yang terjadi adalah bahwa dari hasil UN 2012 ini, 2 siswa SMP Kristen Kalam Kudus Ambon berhasil meraih nilai 10 untuk bidang studi Matematika.  Kedua siswa tersebut adalah Stephen Lewi dan Florencia Gabriel Thorion.  Saat ditanyakan tentang bagaimana perasaan An-an (nama panggilan Stephen Lewi) saat menantikan pengumuman hasil Ujian Nasional, An - an menjawab bahwa ia yakin pasti lulus karena soal- soal yang dihadapi saat UN ternyata jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan soal - soal Try Out sebelumnya.  Dan saat ditanyakan mengenai pelajaran yang dirasa paling mudah, An - an menjawab "Matematika."  Rupanya ucapan An - an terbukti melalui nilai yang berhasil diraihnya, yaitu mencapai nilai sempurna untuk pelajaran Matematika.  


Puji syukur, kami naikkan kepada Tuhan, karena seluruh siswa kelas 9 SMP Kristen Kalam Kudus Ambon berhasil lulus 100%.  Kiranya Tuhan terus memberkati kalian semua.

RALAT: Ada kesalahan penulisan nama pada pemberitaan sebelumnya mengenai peraih nilai "10 " di ujian nasional mata pelajaran Matematika, yang seharusnya adalah atas nama Stephen Lewi dan Floriencia Gabriel Thorion (sebagaimana tertulis di atas). Redaksi meminta maaf atas kesalahan penulisan nama tersebut.

Friday, June 1, 2012

Penamatan TK B Angkatan 2011/2012

Dalam rangka penamatan siswa - siswi TK B angkatan 2011/2012, akan ditampilkan beberapa lagu dan atraksi.  Acara tersebut akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 2 Juni 2012
Waktu            : Pk. 09.00 - 11.00 WIT
Tempat          : Gereja Kristen Kalam Kudus Ambon
Berikut ini adalah salah satu lagu yang akan dibawakan oleh siswa - siswi TK B.

Hymne Guru


Lebih Cepat masuk SD Lebih Baik???

Kecenderungan orang tua untuk memasukan anak sedini mungkin di sekolah formal (SD) sudah sangat mewabah di daerah perkotaan.  Kesadaran akan pentingnya pendidikan tersebut memang patut diacungi jempol.  Namun ternyata kesadaran tersebut juga menuai dampak negatif ketika tidak dibarengi dengan pemahaman pentingnya untuk memperhatikan usia kematangan anak dalam belajar. 

Hal ini penting sekali disadari oleh orang tua, karena kurikulum nasional pada saat ini sudah jauh berbeda dari kurikulum saat kita masih kecil dahulu.  Saat ini bobot pelajaran semakin berat dan padat, sehingga perlu dipikirkan kembali untuk membawa anak yang masih terlalu mudah di Sekolah Dasar.  Hal yang sangat dikhawatirkan adalah bahwa anak akan merasakan kehilangan waktu bermain yang seharusnya mereka nikmati dan digantikan dengan segudang kesibukan untuk belajar bahkan les - les tambahan untuk mengejar pelajaran.

Menurut Kementerian Pen­di­dikan Nasional, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendi­dikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Ketika otonomi daerah mulai diberlakukan (2001), urusan pendidikan dasar berada di bawah dinas pendidikan masing-masing daerah. Usia masuk SD diutamakan 7 tahun, bila kapasitas sekolah masih mencukupi, sekolah bisa mene­rima murid yang berusia 6 tahun dengan prioritas usia mendekati 7 tahun.
Memang dasar penetapan usia tujuh tahun itu sudah melalui penelitian panjang sebelumnya. Namun setidaknya ada kelong­garan yang mesti diberikan pemerintah terutama untuk anak-anak tertentu yang dianggap pantas untuk masuk SD lebih awal.
Anak-anak di bawah tujuh tahun yang memiliki kemam­puan di atas-rata tentu tidak banyak. Menurut Prof Dr. S.C . Utami Munandar, guru besar psikologi anak Universitas Indonesia, jumlah anak berba­kat di Indonesia sekitar 2-5% dari keseluruhan anak (episen­trum.com/artikel-psikologi). Artinya, peluang itu diberikan kepada anak yang jumlahnya sedikit itu.
Menurut Utami lagi, tidak semua anak punya perkem­bangan intelektual yang ‘normal’ atau rata-rata. Ada anak ‘gifted’ atau ‘talented’ -yaitu dikaruniai kecerdasan atau bakat luar biasa- yang tingkat intelek­tualitasnya jauh melampuai anak-anak lain seusianya. Selain itu ia juga telah siap mental untuk masuk SD. Agaknya yang lebih penting sebenarnya kesiapan umur mental dan intelektual si anak, bukan umur kalendernya.  Namun, hal ini tidak dengan mudah diputuskan begitu saja, untuk membuktikan bahwa kesiapan anak yang dapat dianggap layak untuk masuk SD lebih awal tersebut harus dibuktikan melalui test EQ dan IQ, sehingga hal ini juga tidak akan merugikan Si Anak.  

Bukankah sebenarnya pendidikan adalah demi kepentingan anak, sehingga marilah kita mengikuti pola yang seharusnya.